MATERI IPS BAB V KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN BARANG DAN JASA
A. KEBUTUHAN
Pengertian kebutuhan
Kebutuhan (needs) adalah segala sesuatu yang
diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran.
Kebutuhan manusia sebenarnya terbatas, namun keinginan
(wants) manusia yang tidak terbatas. Keinginan manusia yang tidak terbatas ini
terjadi karena sikap manusia yang selalu merasa kurang.
Jenis-jenis kebutuhan
Jenis kebutuhan menurut tingkat intensitas
- Kebutuhan primer (kebutuhan alamiah) adalah jenis kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. (misal: makan, minum, pakaian dan tempat tinggal).
- Kebutuhan sekunder adalah jenis kebutuhan yang bersifat sebagai pelengkap. (misal: sepeda, kipas angin, meja, kursi, dll.)Kebutuhan sekunder memiliki fungsi meningkatkan kenyamanan.
- Kebutuhan tersier adalah jenis kebutuhan yang tingkatannya lebih tinggi. (misal: mobil, piano, kapal pesiar dan kebutuhan mewah lainnya)
Kebutuhan tersier memiliki fungsi menaikkan status
sosial seseorang.
Jenis kebutuhan menurut sifat
- Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. (pakaian, makanan, minuman)
- Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang bersifat kejiwaan. (mendengarkan musik, nonton film, beribadah)
Jenis kebutuhan menurut subjek yang membutuhkan
- Kebutuhan individual menunjuk pada kebutuhan tiap-tiap orang yang berbeda-beda.
- Kebutuhan umum berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang.
Jenis kebutuhan menurut waktu
- Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saat ini.
- Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak dan dapat ditunda sampai dengan waktu yang telah ditentukan.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kebutuhan
- Peradaban
Adalah salah satu faktor yang membuat kebutuhan tiap zaman berbeda.
- Lingkungan
Adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan berdasarkan tempat tinggal.
- Adat istiadat
Adalah tradisi yang mempengaruhi perbedaan kebutuhan setiap individu atau kelompok individu.
- Agama
Adalah salah satu faktor yang mempengaruhi berdasarkan agama yang dianut.
B.
KETERSEDIAAN BARANG DAN JASA
Kebutuhan
manusia begitu banyak, beragam, dan terus berkembang. Sepanjang hidupnya,
manusia akan selalu berusaha memenuhi berbagai kebutuhannya yang tak terbatas
tersebut.
Manusia
harus melakukan pilihan di antara alternatif yang paling menguntungkannya.
Mengapa kita harus melakukan pilihan? Sebab jenis dan jumlah benda pemuas
kebutuhan yang tersedia terbatas (langka), sementara jumlah dan jenis yang
dibutuhkan tidak terbatas.
Mengapa
terjadi kelangkaan? Kelangkaan timbul sebagai akibat beberapa hal berikut ini.
- Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
Di alam
telah tersedia banyak benda yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Akan tetapi, karena tidak semua benda tersebut dapat segera
diperbarui, maka jumlahnya pun terbatas.
- Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia.
Penebangan
hutan yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan hutan tersebut menjadi
cepat rusak dan gundul. Hal ini tentu memerlukan waktu lama untuk memperbaikinya.
- Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada.
Keterbatasan
kemampuan untuk mengolah terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Akan tetapi juga karena kekurangan modal dan faktor-faktor lain.
- Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan.
Terbatasnya
benda pemuas kebutuhan yang tersedia sedangkan jumlah dan jenis yang dibutuhkan
tidak terbatas.
Inti
masalah ekonomi adalah bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tak
terbatas dengan alat atau benda pemuas kebutuhan yang terbatas.
Keterbatasan
sumber daya dan keharusan melakukan pilihan dapat kita lihat dari contoh
dibawah ini.
Misal:
Kamu ingin nonton film di bioskop, membeli minuman, dan membeli makanan ringan.
Sementara itu, uang yang kamu miliki hanya Rp 25.000,- dan harus kamu
alokasikan untuk memenuhi ketiga keinginan tersebut. Jika harga tiket adalah Rp
20.000,- makanan ringan Rp 4.000,- dan minuman Rp 2.000,- maka yang bisa kamu
peroleh adalah kombinasi antara tiket bioskop dan makanan ringan saja (total Rp
24.000,-), atau tiket bioskop dan minuman (total Rp 22.000,-), atau makanan
ringan dan minuman (total Rp 6.000,-). Jelas bahwa kamu harus melakukan pilihan
untuk memenuhi semua kebutuhan kamu berdasarkan kemampuan atau sumber daya yang
tersedia.
C.
BIAYA
PELUANG
Setiap
pilihan yang kita ambil berarti pengorbanan atas pilihan lain, yang menyebabkan
timbulnya biaya untuk melakukan hal lain tersebut atau sering disebut biaya
peluang.
Biaya
peluang (opportunity cost) adalah biaya
implisit akan nilai barang atau jasa yang dikeluarkan karena melakukan suatu
kegiatan dan memilih/ mengorbankan kegiatan lain.
Biaya
eksplisit (pengeluaran tunai) adalah biaya yang benar-benar dikeluarkan.
Baik
biaya eksplisit dan biaya implisit harus diperhitungkan dalam melakukan
keputusan-keputusan ekonomi. Kedua biaya ini disebut dengan biaya sesungguhnya
(genuine cost).
Sebagai
gambaran, dapat dilihat pada contoh kasus dibawah ini.
Misalnya
adalah biaya kuliah di perguruan tinggi. Jika kamu telah lulus SMK dan
memutuskan untuk kuliah di perguruan tinggi, kamu mungkin menghitung biaya
kuliah (antara lain uang semester, uang kos, buku pelajaran, uang praktikum,
dan uang pembangunan) berjumlah total Rp 10.000.000,- setahun. Apakah jumlah
tersebut adalah biaya peluang untuk kuliah di perguruan tinggi selama setahun?
Jawabnya adalah bukan. Kamu juga harus memperhitungkan biaya peluang waktu yang
dihabiskan karena kuliah.
Jika
setelah lulus SMK kamu tidak memilih kuliah, melainkan bekerja di sebuah
pabrik, selama setahun kamu bisa mendapatkan gaji total Rp 12.000.000,-. Dengan
demikian, jika kita menambahkan biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk kuliah
dan pendapatan yang terpaksa kita korbankan karena tidak bekerja, kita akan
mendapatkan biaya peluang kuliah sebesar Rp 22.000.000,- (sama dengan Rp
10.000.000,- + Rp 12.000.000,-).
Konsep
biaya peluang ini adalah bahasan sentral dalam ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi
selalu mempertimbangkan biaya peluang dari setiap keputusan dalam memenuhi
kebutuhan atau melakukan kegiatan ekonomi.
Laba
akuntansi adalah pendapatan atau penerimaan dikurangi biaya eksplisit.
Laba
ekonomi adalah pendapatan dikurangi biaya eksplisit dan implisit.
Perusahaan
baru dikatakan memperoleh laba secara ekonomi jika laba tersebut lebih besar
daripada biaya peluang atau opportunity
cost.
Ilustrasinya
sebagai berikut:
Peter
bekerja sebagai supervisor di suatu perusahaan terkenal di Jakarta. Peter
mendapatkan gaji per bulan Rp 12.000.000,-. Karena ingin mengembangkan diri, ia
berhenti bekerja dan membuka usaha sendiri bernama Laundry Segar. Usahanya
menempati rumah yang dahulu disewakan olehnya sebesar Rp 5.000.000,- per bulan.
Modal kerjanya berasal dari kredit bank sebesar Rp 500.000.000,- dengan bunga
sebesar Rp 3.000.000,- per bulan.
Laundry Segar
Laporan
perhitungan laba rugi untuk bulan April 2010
Penerimaan total Rp 160.000.000,-
Dikurangi
biaya eksplisit
Biaya
tenaga kerja Rp 75.000.000,-
Bahan
dan peralatan Rp 48.000.000,- +
Rp 123.000.000,- -
Laba akuntansi Rp 37.000.000,-
Dikurang
biaya implisit
Gaji
Peter per bulan sebagai karyawan Rp 12.000.000,-
Bunga
bank Rp 3.000.000,-
Sewa
rumah Rp 5.000.000,- +
Rp 20.000.000,- -
Laba ekonomi Rp 17.000.000,-
Berpikirlah
tentang masalah ini dengan tetap memperhitungkan biaya peluang.
Bagaimana
hubungan biaya peluang dengan laba? Mari kita lihat kembali laba akuntansi dari
usaha Laundry Segar milik Peter tersebut.


